cara membuat NPWP: membahas lebih rinci dan dijamin bisa

cara bikin npwp ada dua melalui online atau datang langsung ke kantor pajak, syaratnya ktp, dan surat keterangan kerja untuk wpop

Bagi Anda yang sudah bekerja/ingin meminjam uang di Bank/mengurus Pembuatan Perusahaan, biasanya Anda akan diminta untuk membuat NPWP. Tahukah Anda Apa itu NPWP? NPWP adalah singkatan dari Nomor Pokok Wajib Pajak yang diberikan kepada wajib pajak sebagai sarana perpajakan orang/badan tersebut. Sebelum kita membahas Bagaimana cara membuat NPWP, mari terlebih dahulu kita bahas siapa saja yang wajib memiliki NPWP.

cara membuat npwp
contoh npwp. sumber: ortax

Siapa saja yang wajib memiliki NPWP?

Yang wajib memiliki NPWP adalah orang/badan yang sudah memenuhi syarat subjektif dan objektif sesuai Undang-Undang Pajak Penghasilan nomor 7 tahun 1983, jika salah satu syarat yang ada dibawah ini tidak terpenuhi, maka tidak wajib memiliki NPWP. Sederhana nya adalah sebagai berikut:

  1. Orang Pribadi yang bekerja (karyawan), maka harus memiliki KTP (WNI)/KITAS (WNA) dan penghasilan satu bulannya diatas PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) yaitu Rp 4.500.000 sebulan.
  2. Orang Pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas (bukan karyawan), maka harus memiliki KTP (WNI)/KITAS (WNA) dan pastinya usahanya harus sudah ada penghasilannya.
  3. Wajib Pajak Badan (CV/PT), untuk CV/PT bisa dipastikan sudah mempunyai NPWP, sebab sejak awal pembuatan akta pendirian CV/PT di notaris, NPWP adalah salah satu syarat pembuatan CV/PT.
  4. Bendahara.

Apa saja syarat pembuatan NPWP?

  1. Orang Pribadi karyawan. Fotokopi KTP/KITAS (WNA) dan surat keterangan kerja dari perusahaan.
  2. Orang Pribadi pengusaha. Fotokopi KTP/KITAS (WNA) dan Surat Keterangan Usaha (minimal dari kelurahan)
  3. Wanita kawin yang ingin pisah harta. Fotokopi NPWP suami, fotokopi KK, fotokopi surat keterangan pisah harta. NPWP di Indonesia menganut sistem satu kartu keluarga diusahakan satu NPWP, sehingga jika wanita kawin seharusnya NPWP nya digabung dengan NPWP suami.
  4. Wajib Pajak Badan. Fotokopi KTP pengurus, Akta Pendirian, dan dokumen izin usaha (biasanya sudah satu paket saat mengurus perusahaan di notaris)
  5. Bendahara. Fotokopi KTP dan dokumen penunjukan sebagai bendahara.

Cara membuat kartu NPWP:

  1. Langsung datang ke kantor pajak. Jika Anda memilih untuk langsung datang ke kantor pajak, maka ada dua hal yang harus digarisbawahi, yaitu pertama Anda harus datang ke kantor pajak sesuai alamat domisili KTP Anda. Misalkan Anda memiliki KTP Palembang, maka apabila Anda menggunakan pilihan ini, ya Anda harus langsung datang ke KPP (Kantor Pelayanan Pajak) yang ada di kota palembang. Kedua pembuatan NPWP ini tidak boleh diwakilkan, sehingga Anda sendirilah yang harus datang ke kantor pajak. Untuk melihat daftar unit Direktorat Jenderal Pajak di seluruh Indonesia, Anda bisa melihatnya di pajak.go.id/unit-kerja
  2. Membuat NPWP secara online. Jika Anda tidak bisa langsung datang ke kantor pajak seperti yang sudah saya sebutkan diatas, tidak usah khawatir, Anda bisa memilih cara kedua, yaitu dengan pendaftaran NPWP online. Pendaftaran NPWP online ini bisa dilakukan dimanapun kapanpun, tapi tetap NPWP Anda akan dikirim ke alamat sesuai KTP Anda. NPWP online ini biasanya hanya untuk Wajib Pajak Orang Pribadi, sebab seperti sudah saya katakan, Wajib Pajak badan biasanya NPWP nya sudah diurus oleh notarisnya, sebab saat pembuatan perusahan biasanya sudah satu paket dan empunya tinggal tahu beres saja. Jika saya katakan sebelumnya pembuatan NPWP tidak boleh diwakilkan, untuk Wajib Pajak Badan ini ada pengecualiannya. Anda bisa membuat NPWP online melalui alamat website ereg.pajak.go.id.

Tips agar NPWP online Anda tidak ditolak kantor pajak.

  1. Pastikan Alamat yang Anda berikan adalah benar dan lengkap, karena sebelum NPWP dikirimkan ke alamat Anda, Anda akan dikirimkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) terlebih dahulu. Jika SKT ini berhasil dikirimkan oleh pak pos dan sudah Anda terima, segera lah konfirmasi ke nomor telepon kantor pajak yang tertera di SKT tersebut, bahwa Anda sudah menerima SKT, dan tanyakan Kapan NPWP akan dikirimkan?
  2. saat mendaftar melalui ereg pajak, pastikan Anda memilih pilihan upload berkas, bukan kirim berkas via pos. Nah, disini orang sering salah yang menyebabkan permohonan Anda ditolak. Tips nya adalah Anda harus foto berkas-berkas Anda (KTP dan surat keterangan kerja Anda) dalam satu foto, karena hanya tersedia satu slot untuk upload.
  3. Sering-sering cek email Anda, sebab permohonan penolakan/diterima akan dikirimkan melalui alamat email.
  4. Tahukah Anda dalam satu hari ada ribuan pemohon NPWP yang masuk, jika Anda memang benar-benar memerlukan NPWP tersebut, tidak ada salahnya untuk menelpon kantor pajak dan memohon kepada petugas agar permohonan Anda segera diproses, sertakan alasan-alasan yang jelas Mengapa Anda sangat membutuhkan NPWP tersebut, biasanya petugas pajak mau mengerti jika alasan benar-benar logis dan membantu mempercepat prosesnya. NPWP diproses di Seksi Pelayanan di kantor pajak.

Proses pembuatan NPWP

  1. Langsung datang ke kantor pajak.
  • Anda akan disambut satpam/pengarah layanan kantor pajak, katakan bahwa Anda ingin membuat NPWP baru.
  • Isi formulir NPWP.
  • Siapkan syarat-syarat yang sudah saya sebutkan diatas.
  • Jaga-jaga bawa materai 6.000 jika tiba-tiba Anda diminta membuat surat pernyataan.
  • Prosesnya adalah satu hari kerja.
  1. NPWP online
  • Buka website ereg.pajak.go.id
  • Ikuti langkah-langkah yang ada.
  • Jangan lupa ikuti tips yang saya berikan diatas.
  • Prosesnya 14 hari kerja.

Apa Kegunaan NPWP

  1. Menghindari pemotongan pajak yang lebih tinggi
  2. Sebagai sarana administrasi berbagai pengurusan
  3. Sarana administrasi perpajakan

Masa berlaku NPWP

Setalah Anda berhasil memiliki NPWP, Anda perlu ketahui bahwa NPWP itu tidak ada masa berlakunya, alias berlaku seumur hidup. Tapi ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui:

  1. Direktorat Jenderal Pajak berhak menonaktifkan NPWP Anda, alias membuat nya menjadi Non-Efektif (NE), jika Anda tidak pernah lapor SPT Tahunan.
  2. Ketika Anda ingin meminjam uang di Bank, ternyata tiba-tiba permohonan Anda ditolak bank dengan alasan NPWP Anda tidak valid/tidak aktif, maka Anda harus datang ke kantor pajak untuk mengaktifkan kembali NPWP Anda. Nah, pada bagian ini jangan salahkan kantor pajak jika tiba-tiba Anda diminta membayar denda terlebih dahulu sebelum NPWP Anda diaktifkan kembali, oleh karena itu jadilah Wajib Pajak yang taat Pajak.

Kewajiban setelah memiliki NPWP

Setelah Anda memiliki NPWP, maka Anda harus:

  1. Menjalankan kewajiban perpajakan Anda secara tertib.
  2. Untuk Anda yang hanya menjadi karyawan saja, jangan lupa kewajiban Anda hanyalah melaporkan SPT Tahunan setiap tahun nya, Anda tidak perlu bayar, karena pajak Anda sudah dibayar oleh perusahaan Anda. Periode pelaporan nya adalah mulai awal Januari hingga 31 Maret setiap tahunnya. lapornya di djponline.pajak.go.id
  3. Untuk Anda orang pribadi yang menjalankan usaha, Jangan lupa kewajiban Anda selain melaporkan SPT Tahunan Anda, Setiap bulan Anda harus bayar pajak 0,5% dari omset Anda sebulan jika omset Anda setahun masih kurang dari 4,8 miliar.
  4. Untuk WP Badan, kewajiban nya sama seperti angka 3. Tapi jika omset Anda lebih dari 4,8 miliar setahun, Anda tidak bisa menggunakan fasilitas tersebut.
  5. Untuk menggunakan fasilitas pada angka 3, jangan lupa minta SKB PP23 ke kantor pajak terlebih dahulu, pengurusan nya 3 hari kerja.

Bikin npwp itu gratis

Perlu Saudara pembaca sekalian ketahui, NPWP itu gratis, jika:

  1. Anda adalah orang pribadi berstatus karyawan yang baru pertama kali ingin punya NPWP.
  2. Anda adalah orang pribadi yang menjalankan usaha bebas dan usaha Anda baru bulan pertama berdiri. Jika Anda punya usaha udah lama, dan baru sekarang ingin punya NPWP, ini namanya kelewatan. Siap-siap saja Anda diminta bayar dulu dosa-dosa Anda. Kalo omset usaha Anda setahun kurang dari 4,8 miliar, tarif pajaknya 0,5% dari omset Anda. Anda bisa kira-kira sendiri aja berapa yang Anda harus bayar terlebih dahulu dosa-dosa Anda. Misal Anda omsetnya 10 juta sebulan (Omset ini Anda sendiri yang tahu), berarti 0,5% x 10.000.000 = 50.000 pajaknya sebulan, lalu Anda udah punya usaha setahun dan baru sekarang baru ingin punya NPWP dan itupun biasanya terpaksa karena ingin pinjam Bank, berarti Rp 50.000 x 12 bulan = Rp 600.000 yang Anda harus bayar untuk menebus dosa masa lalu Anda sebelum Anda punya NPWP.
  3. Untuk WP Badan, biasanya mereka sudah tertib, yang susah mengurusnya adalah orang pribadi yang melakukan usaha bebas.

Pengaduan Pajak

Ingat, seluruh pelayanan di kantor pajak itu gratis. Jika Anda menemukan ada oknum pegawai pajak/oknum yang mengaku pegawai pajak yang meminta sejumlah uang kepada Anda dalam rangka pelayanan perpajakan, maka Anda bisa melaporkan orang tersebut melalui saluran resmi pengaduan pajak yang tertera di PER-07/PJ/2019 Direktorat Jenderal pajak:

  1. melalui telepon kring pajak: 1500 200
  2. melalui faks: (021) 5251 245
  3. email: pengaduan@pajak.go.id
  4. twitter: @kring_pajak (ingat yang ada centang nya)
  5. situs pajak: pengaduan.pajak.go.id
  6. chat pajak: pajak.go.id
  7. melalui surat/datang langsung ke Direktorat P2Humas kantor pusat DJP atau jika Anda di daerah bisa ke Bidang P2Humas kantor wilayah DJP

Saya pastikan seluruh laporan Anda akan diproses.

Penghapusan NPWP

Jika Anda tidak bekerja lagi dan sudah tidak ada penghasilan lagi dan Anda tidak mau repot untuk melaporkan SPT Tahunan Anda setiap tahun atau si Pemilik NPWP sudah meninggal, agar NPWP Anda tidak di non-efektif kan kantor pajak atau agar Anda tidak mendapat Surat Tagihan Pajak (STP) dari kantor pajak, Anda bisa mengajukan penghapusan NPWP.

Datang saja ke kantor pajak, ajukan permohonan penghapusan NPWP. Prosesnya 6 bulan untuk orang pribadi dan 12 bulan untuk wajib pajak badan. nanti akan ada pegawai pajak yang datang ke rumah Anda untuk memeriksa kebenaran permohonan Anda. Biasanya jika tidak ada ditemui kejanggalan, dan memang benar alasan yang Anda ungkapkan di permohonan penghapusan, maka NPWP Anda akan dihapuskan.

Saya harap setelah membaca artikel ini Anda sudah paham mengenai cara membuat NPWP, silahkan komentar jika ada yang belum mengerti, nanti akan coba saya bantu, percaya deh, situs professor.id ini akan berbeda dari situs lainnya jika membahas pajak, hhe..

Pesan Professor

Sebelum mengakhiri tulisan ini, saya ingin berpesan kepada wajib pajak yang budiman. Ingat gaes, Anda berusaha di Indonesia, dapat hasil di Indonesia, apa salahnya Anda menyumbangkan sedikit hasil usaha Anda demi kepentingan negara.

Anda takut uang Anda dikorupsi pegawai pajak? Jangan takut gaes, jaman sudah berubah, Kantor Pajak sudah jauh berevolusi, semua nya sudah serba komputer, Anda bayar pajak juga melalui Bank yang langsung masuk rekening negara, jadi hanya ada sedikit sekali celah orang pajak korupsi. Terus lagi uang yang dikelola Direktorat Jenderal Pajak itu ribuan triliun, alangkah recehnya jika ada oknum pajak yang mengambil uang Anda. Jika ketahuan nasibnya sama, mending korupsi yang besar sekalian kalo ada, daripada mengambil uang receh.

Gaji pegawai pajak juga bisa dikatakan sudah cukup jika dia memang bukan orang yang rakus, pegawai baru masuk kantor pajak untuk golongan paling rendah sekalipun itu bisa mengantongi 10 juta perbulan. sebuah nominal yang cukup untuk seorang bujangan atau gadis.

Pegawai pajak itu kebanyakan berasal dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), mereka yang bisa masuk ke sekolah itu adalah manusia pilihan, ada lebih 100.000 orang yang ingin masuk STAN setiap tahunnya dan yang diterima biasanya hanya 4.000 orang setiap tahun. STAN bisa dikatakan rekrutmen nya bersih, seleksinya tidak mudah, bahkan jika ada yang nyogok, lalu masuk STAN, saya tidak yakin kalo dia akan bertahan di kampus STAN hingga lulus, karena pelajaran di STAN yang sulit, dosen yang tidak segan drop out siswa, 3x tidak masuk di STAN tanpa alasan yang jelas langsung di drop out, ketahuan mencontek langsung drop out hari itu juga, IP kurang dari 2,75 drop out, dan masih banyak lagi lainnya. Tidak heran jika satu angkatan itu yang kena drop out bisa lebih dari 3 kelas.